Rabu, 06 September 2017

Ternyata Stres Keuangan Tingkatkan Risiko Migrain

Gambar seorang wanita sedang terserang migrain.
Benar sekali ungkapan yang mnegatakan bahwa, "Uang tidak di bawa mati, tapi tidak punya uang serasa mau mati". Atau "Uang bukanlah segalanya, tapi sekarang mau apa-apa butuh uang, gimana dong." Ungkapan-ungkapan tadi pasti sering kita lihat seliweran di media sosial dalam bentuk meme humor, tapi sepertinya hal itu bukanlah isapan jempol belaka.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa stres yang disebabkan oleh kesulitan keuangan dapat meningkatkan risiko pengembangan migrain pada orang dengan gen tertentu.

Migrain sendiri adalah penyakit neurologis yang serius dan telah mempengaruhi 1 miliar orang di seluruh dunia.

Untuk studi tersebut, para periset, termasuk yang berasal dari Universitas Semmelweis di Hungaria, telah membawa sekitar 2,349 pasien, untuk dua varian gen yaitu CLOCK dan JAM, dan bagaimana hal ini terkait dengan migrain.

Gen CLOCK adalah gen yang terkait dengan siklus tidur-bangun, juga dikenal sebagai ritme sirkadian, yang membuat migrain yang memicu stres kronis lebih sering terjadi.

Menurut peneliti, gen CLOCK memiliki peran penting dalam mengatur banyak pola ritmis tubuh manusia, termasuk suhu tubuh atau tingkat kortisol dan hormon utama stres.

Selama penelitian, para peneliti menemukan bahwa tidak ada hubungan langsung yang signifikan antara gen dan migrain, namun ketika mereka memperhitungkan stres (tekanan keuangan, yang diukur dengan kuisioner keuangan), mereka mencatat bahwa varian gen yang diteliti meningkatkan kemungkinan tipe migrain. Sakit kepala pada orang-orang yang menderita kesulitan keuangan sekitar 20%.

Pada gen JAM, tim peneliti melihat polimorfisme nukleotida menjadi fungisonal tunggal yang mampu mempengaruhi seberapa banyak protein ditranskipsi dari gen. Karena protein ini mengendalikan jam mesin tubuh, varian ini dapat mengganggu proses yang dapat mencegah migrain dalam menghadapi stres.

"Studi ini memang tidak menunjukkan apa yang menyebabkan migrain tetapi hal itu menunjukkan bahwa baik stres maupun genetika memiliki efek. Kami dapat menunjukkan bahwa stres, yang diakibatkan oleh kesulitan keuangan, dapat meyebabkan peningkatan migrain pada mereka yang memiliki gen tertentu, "kata Daniel Baksa, dari Semmelweis University di Budapest, Hungaria.

Sumber: Boldsky.
loading...
0

0 komentar: